Appraisal rumah adalah proses penting dalam pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), terutama dalam menentukan pembiayaan awal oleh lembaga kredit. Proses ini penting bagi penjual maupun pembeli karena menentukan nilai properti tersebut. Mengetahui rincian proses appraisal akan membantu Anda mengajukan KPR dan mendapatkan properti sesuai keinginan. Berikut adalah hal-hal penting yang wajib Anda ketahui tentang penilaian rumah.
Definisi Appraisal Rumah
Menurut Investopedia, appraisal adalah opini profesional dari pihak ketiga yang tidak bias terhadap nilai properti. Tujuannya adalah mengetahui apakah harga rumah sesuai dengan kondisinya atau tidak. Hal ini adalah salah satu syarat untuk pengajuan pinjaman pembelian rumah seperti KPR.
Di Indonesia, proses appraisal rumah diatur dalam undang-undang, khususnya Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2014. Appraisal dilakukan oleh pihak kompeten dalam bentuk opini tertulis dan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI). Penilai yang diakui wajib mematuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI). Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) adalah badan yang memberikan layanan penilaian rumah. Proses penilaian juga bisa dilakukan oleh pihak ketiga resmi lainnya, seperti bank pemberi KPR.
Aspek Penilaian dalam Appraisal Rumah
Penilai akan meninjau beberapa aspek untuk menentukan nilai properti. Berikut adalah aspek-aspek yang dipertimbangkan:
-
Lokasi
- Lokasi adalah salah satu penentu paling penting dalam penilaian rumah karena bersifat permanen dan menentukan pengalaman pemilik rumah. Calon pembeli properti juga seringkali menentukan keputusan mereka berdasarkan lokasi.
-
Akses
- Akses dari dan ke rumah juga berpengaruh terhadap nilainya. Misalnya, rumah di pinggir jalan besar berbeda nilainya dengan rumah dengan akses yang terlalu sempit untuk mobil.
-
Kondisi Lingkungan Sekitar Rumah
- Kondisi lingkungan mencakup keamanan dan posisi rumah. Misalnya, rumah di area rawan pencurian berbeda nilainya dengan area yang terjaga ketat. Rumah yang dekat dengan tempat pembuangan sampah juga berbeda nilainya dengan yang dekat sekolah.
-
Keberadaan Fungsi Komersial
- Fungsi atau manfaat komersial dapat berpengaruh pada hasil appraisal rumah. Misalnya, rumah yang menjadi satu dengan toko berbeda nilainya dengan hunian murni.
-
Eksterior Rumah Secara Umum
- Penilai akan memeriksa kondisi luar rumah, termasuk struktur rumah, kualitas atap, dinding, dan jendela. Cacat seperti keretakan, bekas bocor, dan kemiringan juga diperiksa.
-
Interior Rumah Secara Umum
- Penilai akan memeriksa jumlah dan kondisi ruang, kondisi kamar mandi, tipe fondasi, hingga material bangunan. Pengecekan interior mencakup langit-langit, ruang bawah tanah, tangga, dan struktur lainnya.
-
Tampilan dan Hasil Renovasi Rumah
- Tampilan rumah dan hasil renovasi bisa mempengaruhi nilai properti. Memperbaiki, mengubah, atau memperindah kondisi rumah bisa meningkatkan nilainya.
-
Kelengkapan Dokumen Rumah
- Rumah yang ideal harus memiliki dokumen lengkap seperti Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sertifikat kepemilikan rumah, Akta Jual Beli (AJB), bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan bukti pembayaran tagihan bulanan.
Cara Menghitung Nilai Appraisal Rumah
Ada dua cara utama untuk menghitung nilai appraisal rumah:
-
Nilai Berdasarkan Harga Pasar
- Penilai mendasarkan perhitungan pada harga properti serupa di sekitar rumah. Misalnya, rumah X dengan luas tanah 400 meter persegi dan luas bangunan 300 meter persegi bisa dibandingkan dengan rumah Y dan Z di dekatnya yang harganya sekitar Rp100.000.000 dan Rp150.000.000.
-
Nilai Berdasarkan Perkiraan Taksiran Harga Rumah
- Penilai memperhitungkan nilai tanah dan rumah tersebut tanpa perbandingan. Misalnya, Bu A ingin mengajukan KPR untuk rumah dengan luas 300 meter persegi dan tanah 400 meter persegi. Nilai rumahnya Rp2.000.000 per meter persegi dan tanahnya Rp1.000.000 per meter persegi. Setelah penyusutan, nilai rumahnya bisa menjadi Rp570.000.000.
Dokumen untuk Appraisal Rumah
Persiapkan dokumen penting sebelum mengajukan appraisal rumah, seperti:
- Fotokopi identitas (KTP, SIM)
- Fotokopi akta nikah (jika ada)
- Fotokopi slip gaji selama tiga bulan terakhir
- Fotokopi Kartu Keluarga
- Fotokopi rekening atau buku tabungan
- Bukti kepemilikan rumah dan tanah, pembayaran listrik dan air terakhir, serta sertifikat IMB
Berapa Harus Bayar untuk Biaya Appraisal Rumah?
Biaya appraisal bervariasi tergantung jenis pihak penilai serta bank. Misalnya, BCA menetapkan biaya Rp1.500.000 untuk rumah di atas Rp5 miliar dan Rp900.000 untuk rumah di bawah Rp1 miliar. Bank lain mungkin menetapkan biaya di rentang Rp500.000 hingga Rp1.500.000.
Tips Meningkatkan Kesuksesan Appraisal Rumah
Berikut adalah beberapa tips agar proses appraisal rumah lancar:
-
Lakukan Renovasi
- Renovasi kecil bisa meningkatkan nilai rumah, seperti memperbaiki kerusakan atau cacat.
-
Temukan Rumah di Area Ideal
- Cari rumah di area yang strategis, seperti dekat pusat kota atau fasilitas umum.
-
Perbaiki Sistem Kelistrikan dan Ledeng
- Perbaikan ini meningkatkan keamanan dan kenyamanan, serta menambah nilai appraisal.
-
Bicara dengan Warga Setempat
- Mengobrol dengan warga setempat bisa memberikan informasi tambahan tentang lingkungan rumah.
-
Temukan Rumah Lewat Layanan Properti Pilihan
- Menemukan rumah melalui sumber terpercaya seperti MakelaRumah.com bisa membantu proses appraisal.
Anda sedang mencari rumah, gedung, atau tanah murah berkualitas di wilayah Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Depok, dan sekitarnya? Atau Anda ingin rumah dan properti hunian Anda cepat terjual? Semua proses jual-beli jadi mudah hanya di MakelaRumah. Kunjungi website kami segera di www.MakelaRumah.com!